
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat berdialog dengan masyarakat yang menggelar aksi demo terkait pemadaman listrik bergilir.
Palangka Raya, detakkalteng.com – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menggelar dialog dengan masyarakat yang menggelar aksi terkait pemadaman listrik yang kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Dalam dialog ini, hadir pula General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijino.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mengawal proses pemulihan sistem kelistrikan melalui koordinasi intensif dengan PLN agar pasokan listrik kembali normal.
“Kegaduhan masyarakat Kalimantan Tengah adalah kegaduhan kami dan ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat juga menjadi perhatian kami,” ucap Gubernur, Kamis (30/7/2026).
Gubernur meminta PLN untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan kelistrikan, serta langkah-langkah yang diambil untuk penanganan masalah tersebut. Ia menekankan pentingnya memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai waktu pemulihan pasokan listrik.
“Saya meminta PLN untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, agar seluruh langkah percepatan pemulihan dilakukan secara maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijino, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pasokan listrik yang terjadi. Ketidaknyamanan ini disebabkan oleh kendala teknis yang dihadapi pada beberapa unit pembangkit.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Gangguan pasokan listrik ini disebabkan oleh kendala teknis pada sejumlah unit pembangkit dalam sistem interkoneksi Kalimantan. PLN terus mengerahkan seluruh personel dan sumber daya untuk mempercepat pemulihan sehingga pasokan listrik dapat pulih sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Iwan.
Iwan menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik ini terjadi hampir bersamaan di tiga unit pembangkit sejak pekan ketiga Juli 2026.
“Gangguan pasokan listrik disebabkan oleh gangguan teknis pada tiga unit pembangkit utama dalam sistem interkoneksi Kalimantan, yakni kerusakan generator di PLTU Asam-Asam, kebocoran pipa boiler di PLTU PT SKS Listrik Kalimantan di Kabupaten Gunung Mas, serta gangguan sistem pelumasan turbin di PLTU PT Tanjung Power Indonesia di Tabalong,” jelas Iwan.
Kondisi tersebut mengurangi pasokan daya sehingga dilakukan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan system dan saat ini proses pemulihan terus berjalan.
“PLTU TPI Tabalong berkapasitas 100 MW telah kembali beroperasi sehingga durasi pemadaman berkurang dari rata-rata enam jam menjadi sekitar tiga jam per hari. Selanjutnya, PLTU PT SKS Listrik Kalimantan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026,” bebernya.
Lebih lanjut diterangkan, perbaikan PLTU Asam-Asam ditargetkan selesai pada 25 Agustus 2026 sebagai tahap akhir pemulihan sistem interkoneksi Kalimantan.
“Setelah perbaikan PLTU Asam-Asam selesai, cadangan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan akan kembali memadai. Kondisi ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung secara normal,” pungkasnya. (Red)





