
SMSI Kalimantan Tengah laksanakan silaturahmi dan audiensi dengan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palangka Raya, Toto Trianto, S.Si.
Palangka Raya, detakkalteng.com – Di tengah berkembangnya industri media digital, pengelolaan perusahaan pers tidak lagi hanya berbicara soal kualitas pemberitaan. Kepatuhan terhadap aspek administrasi, legalitas, hingga perpajakan juga menjadi bagian penting dalam membangun perusahaan media yang sehat dan profesional.
Berangkat dari semangat tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palangka Raya, Toto Trianto, S.Si., di Kantor KPP Pratama Palangkaraya, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Audiensi dipimpin Ketua SMSI Kalimantan Tengah, Akhiruddin, didampingi Bendahara Bridel B. Usin, Ketua Pokja SMSI Kota Palangka Raya Irwansyah, serta Sekretaris SMSI Kalimantan Tengah Aris Kurnia Hikmawan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak tidak hanya membahas penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga peluang kolaborasi dalam meningkatkan literasi perpajakan, mendukung penyebarluasan informasi publik, hingga memperkuat pemetaan potensi ekonomi di Kalimantan Tengah.
Ketua SMSI Kalimantan Tengah, Akhiruddin, mengatakan SMSI merupakan organisasi yang menaungi perusahaan pers. Karena itu, penguatan pemahaman mengenai perpajakan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan perusahaan media.
“Mayoritas pengurus SMSI memang berasal dari kalangan wartawan dan jurnalis. Ketika mendirikan perusahaan pers, tentu ada tanggung jawab baru yang harus dipahami, salah satunya mengenai perpajakan. Kami ingin perusahaan-perusahaan media yang tergabung di SMSI tidak hanya kuat dalam menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga memiliki tata kelola usaha yang baik dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Akhiruddin, perusahaan pers saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai regulasi tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai penyedia informasi bagi masyarakat.
“Media tidak hanya bertugas mengawasi dan menyampaikan informasi. Media juga harus menjadi contoh dalam menjalankan usaha yang sehat. Karena itu, pemahaman mengenai perpajakan menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat di lingkungan perusahaan pers,” katanya.
Di sisi lain, lanjut Akhiruddin, jejaring media yang dimiliki anggota SMSI juga dapat memberikan kontribusi dalam mendukung program-program pemerintah.
Ia menilai, informasi perpajakan masih perlu disampaikan dengan pendekatan yang lebih sederhana agar mudah dipahami masyarakat, khususnya pelaku UMKM, masyarakat desa, dan kelompok usaha yang baru berkembang.
“Media memiliki kekuatan dalam membangun pemahaman publik. Kami siap menjadi mitra KPP Pratama untuk menyebarluaskan informasi perpajakan yang edukatif sehingga masyarakat memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari kontribusi terhadap pembangunan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, SMSI Kalimantan Tengah turut memperkenalkan program Pokja News Room Jaga Desa. Program tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi antara media dengan berbagai instansi untuk memperkuat edukasi publik, transparansi pembangunan, serta penyebarluasan informasi hingga ke tingkat desa.
Kepala KPP Pratama Palangkaraya, Toto Trianto, S.Si., menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, jejaring perusahaan pers yang dimiliki SMSI merupakan aset penting dalam memperluas jangkauan edukasi perpajakan kepada masyarakat.
“Kami melihat SMSI memiliki jaringan media yang luas di Kalimantan Tengah. Ini menjadi potensi yang sangat baik untuk bersama-sama meningkatkan literasi perpajakan. Ketika informasi yang benar disampaikan secara luas dan berkelanjutan, tingkat pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban perpajakan tentu akan semakin baik,” katanya.
Ia menjelaskan, selain mendukung sosialisasi perpajakan, media juga memiliki peran dalam memberikan gambaran mengenai perkembangan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Informasi mengenai sektor-sektor usaha yang tumbuh, aktivitas UMKM, investasi, hingga potensi ekonomi desa yang dipublikasikan media dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam mendukung analisis dan pelayanan perpajakan.
“Melalui Pokja News Room Jaga Desa misalnya, kami melihat ada ruang kolaborasi yang sangat baik. Program ini bukan hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga dapat membantu memperkenalkan potensi ekonomi desa sekaligus menyampaikan edukasi perpajakan kepada masyarakat. Semakin banyak masyarakat memahami pentingnya pajak, maka semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.
Audiensi tersebut menghasilkan komitmen untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara SMSI Kalimantan Tengah dan KPP Pratama Palangkaraya. Ke depan, sinergi itu diharapkan tidak berhenti pada pertemuan kelembagaan, tetapi diwujudkan melalui berbagai program edukasi, sosialisasi, dan publikasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi di Kalimantan Tengah. (*)





