
Suasana Pertemuan Kunjungan Lapangan Tim LSDP di Ruang Rapat Rujab Bupati Kapuas, Kamis (27/8/2026). (Foto : hmskmf)
KUALA KAPUAS, detakkalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas memperkuat komitmen membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui sinergi dengan Tim Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan pemantapan program pengelolaan sampah daerah saat Tim LSDP melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Kapuas. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kamis (27/8/2026), dan difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kapuas.
Rapat dipimpin Bupati Kapuas HM Wiyatno, SP, serta dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai, perwakilan Tim LSDP dan jajaran, Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati HM Wiyatno, SP menjelaskan bahwa kondisi geografis Kabupaten Kapuas menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam pengelolaan sampah. Dengan luas wilayah sekitar 17.000 km², sebagian besar wilayah Kapuas merupakan kawasan pasang surut dan perairan.
Karakteristik tersebut membuat penanganan sampah rumah tangga memiliki tantangan berbeda dibandingkan daerah yang didominasi wilayah daratan kering. Karena itu, menurut Bupati, diperlukan pola penanganan yang dirancang secara teknis dan terencana sesuai kondisi wilayah.
“Pemerintah daerah bersama DPRD berkomitmen kuat mendukung keberhasilan program LSDP ini, baik dari pembiayaan pendamping maupun penyiapan lahan yang dipersyaratkan. Langkah ini sangat penting agar penanganan sampah di Kabupaten Kapuas dapat kita tatap secara berkelanjutan untuk jangka panjang 10 hingga 15 tahun ke depan,” tegas Bupati Kapuas HM Wiyatno, SP.
Pada kesempatan yang sama, Tim LSDP memaparkan pendekatan program yang mencakup pembenahan pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain penguatan regulasi daerah, penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran APBD, pembentukan kelembagaan pengelola berupa UPTD/BLUD, penyusunan studi kelayakan (FS) dan DED, peningkatan kapasitas sarana layanan, serta edukasi dan pelibatan masyarakat.
Tim LSDP juga menekankan pentingnya membangun kesadaran terhadap lingkungan sejak usia dini. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penguatan kurikulum pengelolaan sampah di lembaga pendidikan, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.
Melalui kolaborasi Pemkab Kapuas dan Tim LSDP, pengelolaan sampah di Kabupaten Kapuas diharapkan dapat berkembang menjadi sistem yang lebih modern dan terintegrasi. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap pencapaian target pengelolaan sampah secara nasional. (AE)





