
Bupati Kapuas beserta rombongan saat mengecek kondisi pembangunan jembatan poros desa di Kecamatan Dadahup, Minggu (23/8/2026). (Foto : hmskmf)
KUALA KAPUAS, detakkalteng.com – Bupati Kapuas HM Wiyatno, SP meninjau sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan yang terdampak kebakaran, areal kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta rencana pembangunan infrastruktur jembatan.
Kunjungan kerja yang berlangsung Minggu (23/8/2026) tersebut dilakukan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai dan unsur Forkopimda. Rombongan mengawali agenda dengan meninjau kondisi SDN 1 Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak, yang sebelumnya terdampak musibah kebakaran.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati meminta agar 21 siswa yang terdampak segera mendapatkan fasilitas pembelajaran dengan menggabungkan kegiatan belajar mereka ke sekolah terdekat. Langkah tersebut dilakukan agar proses pendidikan para siswa tetap berlangsung tanpa hambatan dan kebutuhan belajar mereka tetap terlayani.
Dari Pulau Petak, rombongan kemudian bergerak menuju Kecamatan Kapuas Murung dan Kecamatan Dadahup untuk melihat secara langsung lokasi yang terdampak karhutla. Dalam agenda yang sama, Bupati bersama rombongan juga mengecek rencana pembangunan jembatan poros di Kecamatan Dadahup.
Jembatan tersebut direncanakan menjadi salah satu akses penting yang menghubungkan jaringan jalan Desa Rawa Subur, Bina Karya, Palangkau Lama, hingga Palangkau Baru. Kehadiran infrastruktur itu diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus mendorong perekonomian desa.
Dalam penanganan karhutla di Kapuas Murung dan Dadahup, HM Wiyatno menekankan pentingnya keterlibatan aktif para kepala desa. Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran penting dalam mengawal langkah-langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Sekda Kapuas Usis I Sangkai juga menegaskan bahwa upaya pencegahan sejak dini menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Ia meminta para kepala desa memperkuat sosialisasi kepada masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah.
Edukasi tersebut antara lain mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan api saat memasak di hutan maupun ketika berada di lokasi pemancingan.
Selain persoalan karhutla, Bupati dan Sekda juga meminta para kepala desa mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk program cetak sawah. Para kepala desa didorong untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta cepat merespons kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas umum di wilayah masing-masing.
Kegiatan lapangan tersebut turut diikuti kepala OPD terkait, Camat Dadahup, Camat Kapuas Murung, serta para kepala desa di wilayah yang dikunjungi. (AF)





