
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran tampak akrab menyapa masyarakat di area Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah di halaman Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya. (foto : Ist)
Palangka Raya, detakkalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran di halaman Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret Pemprov Kalteng dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, Ketua TP PKK Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran, Plt. Sekretaris Daerah, serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kalteng. Turut hadir pula jajaran Forkopimda, antara lain Pangdam XXII/Tanjungpura, Kapolda Kalteng, Kabinda Kalteng, Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya, serta Ketua MUI Kalteng.
Dalam sambutannya, Gubernur H. Agustiar Sabran menyampaikan bahwa menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan, Idulfitri, dan Nyepi, permintaan masyarakat terhadap bahan pangan pokok umumnya mengalami peningkatan.
“Peningkatan permintaan kebutuhan pokok menjelang HBKN berpotensi memicu kenaikan harga. Kondisi ini dapat memberatkan daya beli masyarakat, sehingga pemerintah perlu hadir untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalteng berkomitmen menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga pangan melalui berbagai langkah intervensi pasar yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga stabilitas harga pangan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Kalteng menyediakan 1.700 paket sembako yang masing-masing terdiri dari beras premium 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter. Paket tersebut memiliki harga normal Rp144.750, namun telah mendapatkan subsidi sebesar Rp134.750, sehingga masyarakat hanya perlu menebusnya dengan harga Rp10.000 per paket.
“Subsidi ini diberikan agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau, khususnya menjelang hari raya ketika kebutuhan rumah tangga meningkat,” jelasnya.
Sementara itu, pada GPM tersedia berbagai komoditas pangan lainnya, seperti telur ayam, daging ayam beku, bawang merah, bawang putih, sayuran, hingga ikan segar, dengan harga di bawah harga pasar.
Gubernur menambahkan bahwa pelaksanaan GPM merupakan hasil kerja sama dan sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, di antaranya BULOG, ID FOOD, BUMD pangan, distributor, petani, peternak, gabungan kelompok tani (gapoktan), serta pelaku usaha pangan lainnya.
“Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan guna memastikan ketersediaan pangan yang murah, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah Kalimantan Tengah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah, termasuk yang menjangkau hingga ke desa-desa sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Gubernur berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu meringankan beban ekonomi keluarga menjelang Hari Raya Idulfitri. (red)




