Muara Teweh, detakkalteng.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Barito Utara (Barut) menggelar kegiatan strategis, yaitu Peningkatan Kapasitas Kader PKK dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Pelatihan Public Speaking. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddi, pada Sabtu (22/11/2025) di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Siptaka) Kabupaten Barito Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial PMD Barut, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Barut, serta seluruh Ketua dan Pengurus TP PKK Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Barito Utara, termasuk perwakilan mahasiswa. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dan fasilitator ahli di bidang komunikasi publik.
Dalam sambutannya, Hj. Maya Savitri Shalahuddi menegaskan bahwa kehadiran peserta mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melayani masyarakat secara lebih profesional, tepat sasaran, dan berintegritas.
“PKK adalah gerakan yang berakar langsung di tengah masyarakat. Kader merupakan ujung tombak yang memastikan pesan, program, dan kegiatan dapat dipahami dan diterima masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking menjadi sangat penting, baik saat menyampaikan penyuluhan, memimpin kegiatan, maupun berkomunikasi dengan berbagai pihak.” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas ini bukan sekadar belajar berpidato, melainkan keterampilan strategis untuk merespons dinamika sosial, era digitalisasi, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat.
“Kader PKK dan ASN harus mampu menjadi penjernih informasi, mereka yang bisa menjelaskan, meluruskan, serta memberikan rujukan yang benar. Kemampuan menjelaskan pesan yang rumit menjadi sederhana namun tetap kuat dan bermakna adalah inti dari komunikasi publik yang efektif,” tegasnya.
Menurut Hj. Maya, kemampuan public speaking sangat menentukan efektivitas penyuluhan dan pendampingan di lapangan, mulai dari mengajak masyarakat ke posyandu, menjelaskan risiko stunting, mengampanyekan lingkungan sehat, hingga mendampingi program pemberdayaan ekonomi.
Pelatihan ini dirancang untuk membentuk mental dan karakter komunikator publik. Para peserta diharapkan dapat menguasai beberapa keterampilan penting, di antaranya:
- Teknik vokal dan retorika yang tepat.
- Pengelolaan emosi dan rasa gugup.
- Bahasa tubuh yang efektif dan meyakinkan.
- Penyusunan struktur pesan yang logis.
- Komunikasi empatik di masyarakat.
Di akhir sambutan, Hj. Maya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada narasumber dan panitia penyelenggara. Ia berharap kegiatan ini membawa perubahan positif, meningkatkan kualitas kader PKK dan ASN Barito Utara, dan menjadikan mereka semakin siap bergerak bersama masyarakat dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik. (Sumber: Diskominfosandi/Ummi)

