
Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Thosibae Limin
Kuala Kapuas, detakkalteng.com – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Thosibae Limin, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pelatihan jurnalistik televisi dan pembuatan konten digital bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.
“Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah, khususnya dalam bidang komunikasi publik dan penyebaran informasi yang efektif,” kata Thosibae Limin, di Kuala Kapuas, Sabtu (1/8/2026).
Menurut legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, pelatihan tersebut sangat relevan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, di mana setiap instansi pemerintah dituntut untuk mampu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan menarik kepada masyarakat.
Thosibae menilai bahwa kemampuan jurnalistik televisi dan pengelolaan konten digital menjadi keterampilan penting bagi OPD agar dapat membangun citra positif serta meningkatkan transparansi kinerja kepada publik.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi dapat berkelanjutan dengan materi yang semakin mendalam dan mengikuti perkembangan zaman. Dengan demikian, aparatur pemerintah daerah dapat terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
Selain itu, Thosibae juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan insan pers, khususnya IJTI, dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyebarluasan informasi yang edukatif dan konstruktif.
Wakil rakyat yang kembali lagi terpilih dari Daerah pemilihan (Dapil) Kapuas I Kecamatan Selat ini, menegaskan bahwa peran media sangat strategis dalam membangun kesadaran publik serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan OPD di Kabupaten Kapuas mampu menghasilkan konten informasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga kreatif dan mudah dipahami, sehingga dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat secara efektif,” demikian Thosibae. (AE)





