
PALANGKA RAYA–detakkalteng.com
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang mulai terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, Selasa (14/7).
Faridawaty juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah yang mulai memasuki musim kemarau.
Menurut Faridawaty, praktik pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya karhutla. Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat untuk menghentikan kebiasaan tersebut demi mencegah meluasnya kebakaran yang dapat menimbulkan kabut asap dan berbagai dampak negatif lainnya.
“Peristiwa karhutla yang mulai terjadi ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas karena kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, Selasa (14/7/2026).
Ia menegaskan, pembakaran lahan bukan hanya melanggar ketentuan yang berlaku, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan dalam skala luas.
Kebakaran yang tidak terkendali dapat menghanguskan kawasan hutan, lahan produktif, serta mengganggu keseimbangan ekosistem yang membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan.
Selain berdampak terhadap lingkungan, Faridawaty mengatakan karhutla juga membawa konsekuensi serius bagi kesehatan masyarakat. Kabut asap yang ditimbulkan dapat memicu gangguan saluran pernapasan, mengurangi kualitas udara, serta menghambat aktivitas masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Tidak hanya itu, aktivitas ekonomi masyarakat juga berpotensi terganggu apabila kebakaran meluas.
Berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, transportasi, hingga perdagangan dapat terdampak akibat menurunnya kualitas lingkungan dan terbatasnya mobilitas masyarakat selama terjadi kabut asap.
Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah itu menilai upaya pencegahan harus menjadi prioritas seluruh pihak. Menurutnya, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu terus memperkuat pengawasan di wilayah rawan serta memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat sebelum berkembang menjadi lebih besar.
Faridawaty juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Ia menilai kesadaran masyarakat merupakan benteng utama dalam menekan risiko karhutla selama musim kemarau berlangsung.
“Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah karhutla. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani sebelum membesar,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah daerah terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi. Edukasi yang berkelanjutan dinilai penting agar masyarakat memahami dampak pembakaran lahan serta semakin patuh terhadap aturan yang berlaku.
Faridawaty menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menghentikan praktik pembukaan lahan melalui pembakaran, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan, risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah diharapkan dapat diminimalkan sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan baik. (Red)





