Sekda Barito Utara, Drs. Muhlis
Muara Teweh – Hasil dari dana transfer pemerintah pusat ke Barito Utara untuk tahun 2026 dipastikan akan mengalami penurunan yang sangat drastis, dimana dari sebelumnya Rp1,7 triliun menjadi hanya Rp 490 miliar saja.
Penurunan itu diungkapkan langsung oleh Sekda Barito Utara, Drs. Muhlis, di Muara Teweh, baru-baru kemarin saat membuka Simposium di Balai Antang Muara Teweh (29/9/25) lalu.
“Walaupun APBD kita diperkirakan tetap di Rp1,8 triliun, angka ini jauh berbeda dibanding APBD tahun ini yang mencapai Rp3,6 triliun setelah perubahan,” paparnya saat itu.
Itu tentunya dapat dikatakan secara total, bahwa Pemkab Barito Utara diproyeksikan mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp1,8 triliun lebih. Sehingga kondisi ini memaksa Pemkab untuk segera melakukan efisiensi anggaran besar-besaran agar roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan secara normal.
Saat dimintai Kembali komentarnya Sekda Muhlis pada Rabu, 1 Oktober 2025 mengatakan, Dimana penyebab utama dari penurunan dana tersebut adalah berkurangnya hasil produksi batu bara di Barito Utara saat ini.
“Ya penerimaan dana transfer daerah disebabkan faktor kurangnya hasil produksi batu bara di Barito Utara. Itu memicu kurangnya pendapatan dana bagi hasil pada sektor Minerba saat ini, dan solusinya Adalah efiesiensi ketat 2026” tukasnya. (Red/Sumber:dikominfosandi Barut)

