Puruk Cahu, detakkalteng.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura) bersama TNI, Polri dan stakeholder terkait melaksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV bertempat di Desa Muara Jaan, Kecamatan Murung, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakapolres Murung Raya, Kompol Triyo Sugiono dan dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Sri Karyawati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Lentine Miraya, perwakilan unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Adapun acara ini digelar serentak di 33 titik lokasi binaan Polri di seluruh Indonesia, dengan total luas lahan mencapai lebih dari 3.000 hektare dan disaksikan secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan ini menunjukkan sinergi nyata antara Pemerintah Pusat dan daerah dalam mendukung program nasional.
Diketahui, tanam jagung serentak dipusatkan di Desa Banjar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas jagung.
Acara penanaman jagung serentak kuartal IV yang diinisiasi oleh Polri tersebut juga turut dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Gubernur Banten Andra Soni, serta Bupati Tangetang Moch Maesyal Rasyid.
Tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, Wapres terlebih dahulu menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Polri dan Perum Bulog tentang Sinergitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi dalam Mendukung Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah. Wapres pun mengapresiasi kolaborasi antara Polri, Bulog, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, serta lembaga terkait lainnya yang turut melibatkan masyarakat.
Dalam pidatonya, Wapres berpesan agar peningkatan hasil panen juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan pendampingan kepada para petani.
“Spesifikasi hasil panen yang mungkin kurang sesuai, ini mohon dicarikan solusinya bersama. Jadi petani jangan sampai merasa ditinggal, dibiarkan jika hasil panennya kurang memenuhi standar. Jadi, saya mohon untuk selalu dilakukan pendampingan, pelatihan, berikan akses, dan saya yakin ini bisa diselesaikan kalau keroyokan seperti ini semua,” terangnya.
Lebih lanjut, Wapres berharap generasi muda dapat lebih banyak terlibat dalam inovasi dan pengembangan teknologi pertanian untuk menghadirkan transformasi nyata di sektor pangan. Ia pun mengapresiasi inovasi pertanian yang telah dikembangkan sejauh ini, seperti pupuk organik dari enceng gondok, batu untuk menetralisir pH tanah.
“Ini saya harap ke depan Bapak-Ibu bisa lebih banyak melibatkan anak-anak muda, terutama untuk R&D (research and development), untuk penggunaan AI, penggunaan drone,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan gerakan tanam jagung tersebut dimaksudkan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan dalam negeri. Sejak periode 2020 hingga 2024 jajaran Polri turut berkontribusi dalam menyukseskan swasembada pangan dengan produksi jagung 1,3 juta ton.
Alhamdulillah, mudah-mudahan kita bisa bertahan untuk tidak impor sampai dengan 2025 akhir. Tidak hanya itu, peningkatan produksi juga berkontribusi terhadap penguatan keadaan pangan pemerintah,” paparnya. (Red)

