Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Franco B. Dehen
Kuala Kapuas, detakkalteng.com – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Franco B. Dehen, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang diambil oleh pemerintah daerah setempat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak angin puting beliung.
Hal ini diungkapkan Franco pada Senin (6/10/2025) menyikapi respon cepat dari pemerintah daerah yang menunjukkan adanya kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang tengah mengalami musibah.
Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menilai bahwa tindakan tanggap darurat yang dilakukan, mulai dari pendataan korban, penyaluran bantuan logistik, hingga perbaikan sementara rumah warga yang rusak, merupakan bentuk nyata dari sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Ia berharap langkah ini terus dipertahankan dan ditingkatkan dengan koordinasi yang lebih baik di masa mendatang.
Franco juga mendorong agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap infrastruktur dan sistem penanganan bencana di tingkat desa.
“Pentingnya edukasi dan pelatihan bagi masyarakat supaya lebih siap menghadapi potensi bencana alam serupa,” ucapnya.
Dengan adanya langkah cepat dan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan masyarakat yang terdampak angin puting beliung di Kapuas Murung dan Dadahup dapat segera bangkit dan menjalani aktivitas seperti sediakala.
Sebelumnya, Bupati Kapuas H.M. Wiyatno bersama Wakil Bupati, Kapolres, Sekda, dan sejumlah kepala OPD meninjau langsung lokasi terdampak di kedua kecamatan tersebut pada Sabtu (4/10/2025).
Dalam tinjauan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan penanganan cepat bagi masyarakat terdampak. Ia menginstruksikan agar pendataan dilakukan seakurat mungkin oleh perangkat daerah terkait, dibantu camat dan kepala desa.
“Pemerintah akan membantu seluruh rumah yang terdampak melalui program bedah rumah, bukan dalam bentuk uang tunai, agar penanganannya seragam dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Saya harap pendataan selesai dalam satu hingga dua hari, dan penanganan tuntas dalam satu bulan,” ujar Bupati. (AE)

